PEREKONOMIAN INDONESIA
Afdhal Arman 20213282
Heru Purnomo 24213095
Irvan Maulana P 24213518
Moh.Ibnu Salam 25213625
Tri Wijayanto 28213970
1EB21
Universitas Gunadarma 2013/2014
BAB I
PEDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Perkembangan
ekonomi indonesia dari zaman ke zaman mengalami perubahan yang tak bisa di
prediksi.Walaupun begitu, perkembangan ekonomi di Indonesia
tidak terlepas dari banyaknya perubahan-perubahan yang telah dilakukan dan
diterapkan dalam perekonomian di Indonesia. Untuk itu penulis kemudian membuat
makalah tentang “Perkembangan Ekonomi di Indoneisia pada masa orde
baru,orde lama,revolusi,penjajahan.
1.2.Rumusan Masalah
Adapaun,
pokok-pokok masalah yanga telah penulis rumuskan, diantaranya :
1. Bagaimana
sejarah perekonomian di Indonesia pada masa orde baru orde lama revolusi penjajahan
2. Bagaimana
Perkembanagn perekonomian di Indonesia
3. Apa saja
masalah-masalah yang dihadapi oleh Indonesia dalam mengembangkan perekonomian
di Indonesia
1.3.Tujuan
Adapun
tujuan yang hendak penulis paparkan, yakni :
1. Sejarah mengenai
perekonomian di Indonesia
2. Perkembangan
perekonomian di Indonesia
3. Masalah-masalah
yang di hadapi oleh Indonesia dalam pengembangan perekonomian di Indonesia
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1. Sejarah Perekonomian di Indonesia
1. Masa Penjajahan
Perekonomian
Indonesia pada masa penjajahan pemerintahan belanda.
Sistem perekonomian Indonesia pada masa penjajahan
merupakan suatu system yang digunakan oleh suatu Negara untuk mengalokasikan
seluruh sumber daya yang dimilikinya.baik secara individu kelompok maupun
organisasi yang tedapat pada Negara tersebut.
Sistem ekonomi yang satu dengan sistem ekonomi yang
lain mempunyai perbedaan yang mendasar, yakni dalam hal bagaimana sistem
ekonomi tersebut mengatur faktor produksinya.
Dalam beberapa sistem ekonomi yang digunakan, Dalam
beberapa sistem ekonomi yang digunakan, seorang individu diperbolehkan untuk memiliki
semua faktor produksi Sedangkan di sistem ekonomi yang lain ada juga
kemungkinan bahwa semua faktor ekonomi tersebut dipegang oleh pemerintah.
Berkembangnya paham-paham bangsa eropa di dunia timur
termasuk Indonesia tidak terlepas dari keadaan benua eropa saat itu. Kedatangan
bangsa eropa ke bagian timur penyebabnya adalah karena banyaknya rempah-rempah
di Indonesia.indonesia adaalh satu Negara penghasil rempah-rempah terbanyak dan
mempunyai kualitas dan mempunyai berbagai macam rempah-rempah. selain itu , kedatangan bangsa Eropa ke dunia timur
termasuk Indonesia juga tidak terlepas dari kondisi sebagai akibat dari
revolusi prancis, revolusi industry dan merkantilisme yang berdampak pada dunia
internasional.
Kekuatan-kekuatan asing yang masuk ke Indonesia adalah
melalui jalur ekspidisi pelayaran yang
dilakukan oleh Bangsa Barat yaitu Perancis. Spanyol , Belanda dan Inggris sejak akhir abad 15-16 masa ini id sebut
Abad Penjelajahan Samudra. Beberapa faktor pendorong penjelajahan Bangsa Eropa
adalah :
A.
Kisah perjalanan
Marcopolo ( 1254-1324) seorang pedagang dari Venesia , Italia ke Cina yang dituangkan dalam buku “Book Of
Various Experience” menceritakan tentang
keajaiban dunia atau Imago Mundi.
B.
Jatuhnya
Konstatinopel , ibukota Romawi Timur ke tanagn Kesultanan TurkI pada tahun 1453
menyebabkan terputusnya hubungan dagang ke dunia timur, Bangsa barat berusaha
mencari jalan sendiri ke pusat rempah-rempah di Asia.
C.
karena Adanya
semangat penaklukan terhadap orang-orang yang beragama Islam serta membuat daerah-daerah
kekuasaan yang dimiliki kerajaan-kerajaan islam tersebut.
D.
Berkembangnya
teknik pelayaran dan penemuan kompas. Kompas dapat berfungsi menentukan arah
dan posisi laut. Mereka menciptakan kapal yang lebih mudah dan lebih cepat
digerakkan dengan memperbaiki konstruksi kapal serta memadukan layar yang
berbentuk segi tiga dengan tali temali persegi.
E.
Penemuan
Copernicus yang didukung oleh Galileo-galileo menyatakan bahwa bumi ini bulat.
Pendapat ini memperkuat keberanian para pelaut karena orang yang berlayar ke
dunia timur tidak akan tersesat.
F.
Adanya sebuah
keinginan untuk mengetahui lebih jauh mengenai rahasia alam semesta, keadaan
geografi , dan bangsa-bangsa yang tinggal di belahan bumi yang lain.
G.
keinginan
untuk memperoleh keuntungan atau kekayan
yang sebanyak-banyaknya.
Pada tahun 1580
bangsa Portugis diduduki oleh bangsa spanyol sementara itu bangsa Belanda
terlibat perang kemerdekaan melawan bangsa Spanyolpada tahun 1568-1648 maka
oleh bangsa spanyol para padagang bangsa belanda tidak di izinkan membeli
rempah-rempah yang berpusat di Lisabon. Para pedagang Belanda kemudian berusaha mencarikan sendiri pusat
rempah-rempah di dunia timur. Para petualang Belanda beruntung karena mereka
telah memperoleh informasi perjalanan
bangsa Portugis ke Asia dan Indonesia Dari Jan Huygen Van Linschoten , seorang
penjelajah bangsa belanda yang ikut pelayaran bangsa Portugis sampai di
Indonesia.
Pada tahun 1596 , Cornelis de Houtman dengan empat
buah kapal berawak kapal 249 orang mendarat di Banten. Kehadiran Belanda di
Nusantara di mengawali penjajahan di Indonesia ditandai dengan terbentuknya VOC
(Verenigde Oost Indishe Compagnie) tahun 1602. Oleh pemerintahan Belanda, VOC
diberi Oktroi (hak-hak istimewa ) sebagai berikut
:
1.
Dianggap sebagai
wakil pemerintah Belanda di Asia.
2.
Monopoli
perdagangan.
3.
Mencetak uang
dan mengedarkan uang sendiri.
4.
Mengadakan
perjanjian.
5.
Menaklukan
perang dengan Negara lain.
6.
Menjalankan
kekuasaan kehakiman.
7.
Pemungutan
pajak.
8.
Memiliki
angkatan perang sendiri.
9.
Mengadakan
pemerintahan sendiri.
Untuk
melaksanakan kekuasaan di Indonesia di angkatlah jabatan Gubernur jenderal VOC
antara lain :
Pieter Both ,
merupakan Gubernur Jenderal VOC pertama yang memerintah tahun 1610-1619 di
Ambon.
Jan Pieterzoon Coen , merupakan Gubernur
Jenderal kedua yang memindahkan pusat VOC dari Ambon ke Jayakarta .
Cara belanda memperoleh monopoli perdagangan di
Indonesia antara lain yaitu:
A.
Melakukan
pelayaran hongi untuk memberantas penyelundupan. Tindakan yang dilakukan VOC
adalah merampas setiap kapal penduduk yang menjual langsung rempah-rempah
kepada pedagang asing , seperti Inggris , Perancis , dan Denmark.
B. Melakukan Ekstirpasi , yaitu penebangan tanaman milik rakyat . tujuannya
adalah mempertahankan agar harga rempah-rempah
tidak merosot bila hasil panen berlebihan .
C. Perjanjian dengan raja-raja setempat terutama yang
kalah perang wajib menyerahkan hasil
bumi yang dibutuhkan VOC dengan harga yang ditetapkan VOC . penyerahan wajib
itu disebut “Verplichte Leverantien”.
D. Rakyat wajib menyerahkan hasil bumi sebagai pajak
yang disebut dengan istilah Contingenten
Dalam melaksanakan pemerintahan VOC banyak
mempergunakan tenaga Bupati , sedangkan bangsa Cina dipercaya untuk pemungutan
pajak dengan cara menyewakan desa untuk beberapa tahun lamanya. Pada
pertengahan Abad ke-18, tepatnya tanggal 31 Desember 1799 VOC mengalami
kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan, kemunduran itu disebabkan
karena :
1.
Persaingan
dagang antara dari bangsa Perancis dan bangsa Inggris.
2.
Penduduk di
Indonesia, terutama Jawa telah menjadi miskin, sehingga tidak mampu membeli
barang-barang yang dijual oleh VOC.
3.
Perdagangan
gelap merajalela dan menerobos monopoli perdagangan VOC.
4.
Pegawai-pegawai
VOC banyak melakukan korupsi dan kecurangan-kecurangan akibat dari gaji yang
diterimanya terlalu kecil.
5.
VOC mengeluarkan
anggaran belanja yang cukup besar untuk memelihara tentara dan pegawai-pegawai
yang jumlahnya cukup besar untuk memenuhi pegawai daerah-daerah yang baru
dikuasai, terutama di Jawa dan Madura.
Situasi di Eropa membawa perubahan pemerintahan di
Belanda. Pada tahun 1975 tentara Perancis menyerbu Belanda sehhingga pangeran
Willem V melarikan diri ke Inggris. Kerajaan Belanda sekanjutnya di pimpin oleh
Louis Napoleon , adik Napoleon Bonaparte , kaisar Perancis. Louis Napoleon
kemudian mengankat Gubernur Jenderal untuk memerintah daerah Kolonial Hindia
Belanda bersama Herman Willem Daendels.
Masa
pemerintahan H.W daendels di Indonesia (1808-1811)
Pada masa Daendels berkuasa , Perancis bermusuhan
dengan Inggris dalam perang koalisi di Eropa. Maka tugas utama Daendels di
Hindia Belanda adalah mempertahankan pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris.
Tugas Daendels dan langkah-langkah yang ditempuh di
Indonesia dalam Bidang Keuangan/ Ekonomi adalah sebagai berikut :
A.
Mengeluarkan
mata uang kertas.
B.
Menjual tanah
produktif milik rakyat kepada swasta sehingga muncul tanah swasta (partikelir)
yang banyak dimiliki orang Cina , Arab dan Belanda.
C.
Meningkatkan
pemasukan uang dengan cara-cara sebelumnya yaitu memborongkan pungutan pajak ,
Contingenten dan penanaman kopi.
Masa pemerintahan Thomas stamfort Raffles
di Indonesia (1811-1816)
Pada tahun 1811-1816 pimpinan Inggris di India yaitu Lord Muito
memerintahkan Thomas raffles yang berkedudukan di Penang untuk menguasai pulau
Jawa. Dengan mengerahkan 60 kapal , Inggris berhasil meduduki Batavia pada
tanggal 26 Agustus 1811 dan pada tanggal 18 september 1811 Belanda menyerah
melalui kapitulasi tuntang .
2. ORDE LAMA (pasca kemerdekaan 1945-1950
Keadaan ekonomi&keuangan pada masa ini sangat
buruk, karena disebabkan oleh :
Inflasi yang
sangat tinggi yang dikarenakan beredarnya lebih dari satu mata uang secara
tidak terkendali. Pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di
wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia
Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang.
Usaha-usaha yang
dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
a. Menteri keuangan
Ir. Surachman melaksanakan Program Pinjaman Nasional dengan
persetujuan BP-KNIP pada bulan Juli 1946
b. Usaha melawan
blokade dengan diplomasi beras ke India
c. Mengadakan
kontak dengan perusahaan swasta Amerika
d. Melawan blokade
Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
Tujuan dilakukannya Konferensi Ekonomi Februari 1946
untuk memperoleh k esepakatan yang
tetap dalam menanggulangi masalah ekonomi yang
mendesak, seperti :
a. Masalah
produksi&distribusi sandang,pangan,papan, serta status dan administrasi
perkebunan.
b. Pembentukan
Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
c. Rekonstruksi dan
Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948, mengalihkan tenaga bekas angkatan
perang ke bidang-bidang produktif.
d. Kasimo Plan yang
intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan
yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik
(Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).
Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
Sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian
Indonesia yang baru merdeka. Karena pengusaha pribumi masih lemah&belum
bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha Cina.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah
ekonomi, antara lain :
a. Untuk mengurangi
jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun, Gunting Syarifuddin
memotongan nilai uang (sanering) pada 20 Maret 1950.
b. Membatasi impor
barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi
serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat
berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional program ini disebut Program
Benteng.
Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin&
struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (pemerintah mengatur
segalanya) sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959. Sistem ini
diharapkan akan membawa kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial,
politik,dan ekonomi (Mazhab Sosialisme). Namun kebijakan ekonomi tersebut pada
masa ini belum bisa memperbaiki keadaan ekonomi indonesia, seperti :
a. Menurunkan nilai
uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi
Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan pada
Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959.
b. Dibentuknya
Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia
dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi
perekonomian Indonesia dan pada 1961-1962 harga barang-barang naik 400%.
c. Tindakan
pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
d. Pemerintah tidak
menghemat pengeluaran-pengeluarannya sehingga memperparah tindakan moneter.
3.
ORDE BARU
Stabilisasi politik menjadi prioritas utama pada masa
ini. Karena pengusaha pribumi tidak bisa bersaing dengan pengusaha non pribumi,
serta sistem etatisme pun tidak memperbaiki keadaan, maka Dipilihlah sistem
ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila yang
merupakan campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas. Jadi,
pasar tidak bisa menentukan sendiri dalam keadaan atau masalah tertentu.
Kebijakan ekonominya diarahkan pada pembangunan di
segala bidang,seperti:
a. kebutuhan pokok
b. pendidikan dan kesehatan
c. pembagian
pendapatan
d. kesempatan kerja
e. kesempatan
berusaha
f. partisipasi
wanita dan generasi muda
g. penyebaran pembangunan
h. peradilan
Semua itu dilakukan dengan pelaksanaan pola umum
pembangunan jangka panjang (25-30 tahun) secara periodik lima tahunan yang
disebut Pelita (Pembangunan lima tahun).
Pelita
berlangsung dari Pelita I-Pelita VI.
1. Pelita I (1 April 1969 – 31
Maret 1974)
Dilaksanakan
pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan
Orde Baru.
·
Tujuan
Pelita I :
Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan
sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap
berikutnya.
·
Sasaran
Pelita I :
Pangan,
Sandang, Perbaikan prasarana, perumahan rakyat, perluasan lapangan kerja, dan
kesejahteraan rohani.
·
Titik Berat
Pelita I :
Pembangunan
bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi
melalui proses pembaharuan bidang pertanian, karena mayoritas penduduk
Indonesia masih hidup dari hasil pertanian.
Muncul peristiwa Marali (Malapetaka
Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan
kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. Peristiwa ini merupakan kelanjutan
demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi
ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di
Indonesia. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang.
2. Pelita II (1 April 1974 – 31
Maret 1979)
Sasaran yang
hendak di capai pada masa ini adalah pangan, sandang, perumahan, sarana dan
prasarana, mensejahterakan rakyat, dan memperluas lapangan kerja . Pelita II
berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun.
Perbaikan dalam hal irigasi. Di bidang industri juga terjadi kenaikna produksi.
Lalu banyak jalan dan jembatan yang di rehabilitasi dan di bangun.
3. Pelita III (1 April 1979 –
31 Maret 1984)
Pelita III lebih menekankan pada Trilogi Pembangunan
yang bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan
pada segala bidang. Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi
Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. Inti dari
kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam
suasana politik dan ekonomi yang stabil.
Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut.
1.
Pemerataan
pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.
2.
Pertumbuhan
ekonomi yang cukup tinggi.
3.
Stabilitas
nasional yang sehat dan dinamis.
4. Pelita IV (1 April 1984 – 31
Maret 1989)
Pada Pelita
IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan
meningkatkan ondustri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri. Hasil
yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada pangan. Pada tahun 1984
Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25,8 ton. Hasil-nya Indonesia
berhasil swasembada beras. kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari
FAO(Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985. hal ini merupakan
prestasi besar bagi Indonesia. Selain swasembada pangan, pada Pelita IV juga
dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga.
5. Pelita V (1 April 1989 – 31
Maret 1994)
Pada Pelita
V ini, lebih menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri untuk
memantapakan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian lainnya
serta menghasilkan barang ekspor.
Pelita V
adalah akhir dari pola pembangunan jangka panjang tahap pertama. Lalu
dilanjutkan pembangunan jangka panjang ke dua, yaitu dengan mengadakan Pelita
VI yang di harapkan akan mulai memasuki proses tinggal landas Indonesia untuk
memacu pembangunan dengan kekuatan sendiri demi menuju terwujudnya masyarakat
yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
6. Pelita VI (1 April 1994
– 31 Maret 1999)
Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang
berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan
kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Sektor ekonomi dipandang
sebagai penggerak utama pembangunan. Pada periode ini terjadi krisis moneter
yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis
moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian
menyebabkan rezim Orde Baru runtuh.
Disamping
itu Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan
pertambangan, sehingga pemasukan negara dari migas meningkat dari $0,6 miliar
pada tahun 1973 menjadi $10,6 miliar pada tahun 1980. Puncaknya adalah
penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia.
Dengan kebijakan itu, Indonesia di bawah Orde Baru, bisa dihitung sebagai kasus
sukses pembangunan ekonomi.
Keberhasilan
Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada
pangan pada tahun 1980-an diawali dengan pembenahan di bidang politik.
Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah
Orde Baru, dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika politik multi partai
menyebabkan energi terkuras untuk bertikai. Gaya kepemimpinan tegas seperti
yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru oleh Kwik Kian Gie diakui memang
dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir
tahun 1960. Namun, dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi, yang
sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun, semua kekuatan yang
berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat.
Kondisi Ekonomi Indonesia Pada Akhir Masa Orde Baru
Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999)
Pada masa
ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi. Pembangunan
ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan
peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya.
Namun Pelita
VI yang diharapkan menjadi proses lepas landas Indonesia ke yang lebih baik
lagi, malah menjadi gagal landas dan kapal pun rusak.
Indonesia dilanda
krisis ekonomi yang sulit di atasi pada akhir tahun 1997. Semula berawal dari
krisis moneter lalu berlanjut menjadi krisis ekonomi dan akhirnya menjadi
krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Pelita VI pun kandas di tengah jalan.
Kondisi
ekonomi yang kian terpuruk ditambah dengan KKN yang merajalela, Pembagunan yang
dilakukan, hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat.
Karena pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Meskipun perekonomian
Indonesia meningkat, tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh..
Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam. Perbedaan
ekonomi antar daerah, antar golongan pekerjaan, antar kelompok dalam masyarakat
terasa semakin tajam.. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi
sosial). Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi
kehidupan politik, ekonomi, dan sosial yang demokratis dan berkeadilan.
Indonesia berhasil swasembada beras, penurunan angka
kemiskinan, perbaikan tingkat kesejahteraan rakyat dan industrialisasi yang
meningkat pesat. Pemerintah juga berhasil menggalakkan preventive checks untuk
menekan jumlah kelahiran lewat KB dan pengaturan usia minimum orang yang akan
menikah,dampak positif ini diperoleh pada tahun 1984.
Namun dampak negatifnya adalah kerusakan serta
pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam, perbedaan ekonomi
antar daerah, antar golongan pekerjaan dan antar kelompok dalam masyarakat,
serta penumpukan utang luar negeri. Akibatnya, ketika terjadi krisis yang
merupakan imbas dari ekonomi global, Indonesia merasakan dampak yang paling
buruk. Harga-harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah melemah dengan
cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di segala bidang, terutama ekonomi.
4. ORDE REFORMASI
Pemerintahan presiden BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan
manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakannya
diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik.
Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, juga tidak ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal, ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi, antara lain masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Akibatnya, kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati.
Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, juga tidak ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal, ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi, antara lain masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Akibatnya, kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati.
Masa Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri Masalah-masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah
pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk
mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain :
Meminta
penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5,8 milyar pada pertemuan Paris Club
ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.3 triliun.
Kebijakan
privatisasi BUMN. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di alam periode
krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi
kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Hasil penjualan itu
berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,1 %. Namun kebijakan
ini memicu banyak kontroversi, karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke
perusahaan asing.
Di masa ini juga
direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada
gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi
membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia,
dan mengganggu jalannya pembangunan nasional.
Masa Kepemimpinan Susilo Bambang YudhoyonoKebijakan kontroversial pertama presiden Yudhoyono
adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM.
Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran
subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta
bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan
kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua, yakni
Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak
sampai ke tangan yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah
sosial.
Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan
perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki
iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure
Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan
kepala-kepala daerah.
Menurut Keynes, investasi merupakan faktor utama untuk
menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang
selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor, terutama investor
asing, yang salahsatunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Jika
semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapkan jumlah kesempatan kerja
juga akan bertambah.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Perkembangan
Ekonomi di Indonesia
Ekonomi
indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Dengan
pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat
perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. Dengan pendapatan nasional per
tahun indonesia mampu memberikan kemajuan. Ekonomi makro yang sangat
berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saat ini, salah satu pertumbuhan ekonomi
itu dapat dilihat dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang
utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor serta investasi juga
mempengaruhi..
Di lihat dari sedikit perekonomian makro dibidang
perbankan ini dapat kita rasakan pertumbuhan ekonomi itu meningkat. Bank
Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2011
masih akan tumbuh tinggi, yakni di kisaran 6,4 persen. Sehingga, sepanjang
tahun ini, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi XI (membidangi keuangan dan perbankan) DPR, Senin (14/2). “Prospek perekonomian ke depan akan terus membaik dan diperkirakan akan lebih tinggi,” kata Darmin. Dia mengatakan, permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akan tumbuh pesat. Ia menambahkan, Indonesia sudah melalui tantangan yang di 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tahun lalu, yakni 6,1 persen, akan mempermudah mencapai target pertumbuhan di 2013. Meski demikian, inflasi tinggi masih akan menjadi tantangan serius di tahun ini.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi XI (membidangi keuangan dan perbankan) DPR, Senin (14/2). “Prospek perekonomian ke depan akan terus membaik dan diperkirakan akan lebih tinggi,” kata Darmin. Dia mengatakan, permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akan tumbuh pesat. Ia menambahkan, Indonesia sudah melalui tantangan yang di 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tahun lalu, yakni 6,1 persen, akan mempermudah mencapai target pertumbuhan di 2013. Meski demikian, inflasi tinggi masih akan menjadi tantangan serius di tahun ini.
3.2. Masalah-masalah dalam
Pengembangan Ekonomi di Indonesia
Indonesia merupakan negara yang kaya. Namun, harus
diakui bahwa masih banyak sumber daya milik Indonesia yang belum dimanfaatkan
secara maksimal atau bahkan malah justru pihak asing yang berhasil
mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu
masalah ekonomi Indonesia. Berikut ini adalah beberapa masalah ekonomi
Indonesia yang lain:
1. Pengangguran
Ini merupakan masalah klasik yang belum juga
terselesaikan secara tuntas. Dari tahun ke tahun jumlah pengangguran di
Indoensia semakin bertambah. Upaya pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja
belum bisa menyelesaikan masalah ini.
2. Ekonomi Biaya
Tinggi
Ini juga merupakan masalah klasik di dunia industri.
Ada banyak hal yang menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi. Diantaranya
adalah pungutan liar / pungli yang tidak hanya dilakukan secara
sembunyi-sembunyi namun tidak jarang dilakukan secara terbuka.
3. Regulasi Ekonomi
Beberapa kali pemerintah mengeluarkan keputusan
mengenai regulasi ekonomi yang dianggap tidak tepat bagi kondisi perekonomian
Indonesia. Contohnya adalah keputusan pemerintah untuk masuk dalam anggota
CAFTA yang sekarang ini mengakibatkan membanjirnya produk China di Indonesia
sehingga membuat produk lokal kepayahan di pasar sendiri.
4. Kelangkaan Bahan
Pokok
Operasi pasar yang sering dilakukan pemerintah disaat
harga bahan pokok mulai beranjak naik bisa dipastikan tidak membantu
menyelesaikan masalah ini. Kelangkaan bahan pokok memang merupakan masalah yang
sangat sering terjadi di wilayah luar jawa karena alasan teknis seperti
transportasi. Namun menjelang puasa, lebaran, dan natal bisa dipastikan wilayah
jawa juga mengalami masalah yang sama.
5. Tingginya Suku
Bunga Perbankan
Suku bunga
merupakan salah satu indikator sehat / tidaknya kondisi perekonomian Indonesia.
Suku bunga yang terlalu tinggi ataupun yang terlalu rendah akan sangat
mempengaruhi perekonomian.
6. Tingginya Nilai
Inflasi
Nilai inflasi akan sangat berpengaruh bagi kondisi
perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri nilai
inflasi tergolong tinggi sehingga banyak masalah ekonomi susulan yang terjadi
karena inflasi ini. Selain itu, inflasi di Indonesia sangat 'sensitif' mudah
sekali naik. Misalnya walaupun hanya dipengaruhi oleh tingginya harga
cabai rawit beberapa waktu yang lalu
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Perkembangan ekonomi di Indonesia tidak terlepas dari
sejarah perkemabangannya di zaman sebelumnya. Mulai dari masa Orde Lama→Orde
Baru→Reformasi. Semuanya bermetamorfosa dalam mencapai perkembangan ekonomi
yang lebih baik.
Namun, yang patut kita garis bawahi saat ini adalah
sumber daya manusia yang ada di Negara kita ini, jangan sampai kekayaan
Indonesia terus menerus dikelola oleh orang asing.
4.2. Saran
Untuk memajukan perekonomian di Indonesia ini bukan
hanya tanggungjawab pemerintah saja. Namun, kita juga sebagai generasi muda
yang suatu saat akan memimpi negeri kita ini patut ikut ambil bagian dalam hal
ini. Seperti mendirikan usaha-usaha padat karya atau mengasah kemampuan kita
melalui Balai Latihan Kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Hanita,Ani.2007.Fun
With Economic.Jakarta:Inandra Publisher
Jaja,Kaila.2008.Pertumbuhan
Ekonomi.Bandung:Sanjaya
Yurina,
Siamelu.2003.Hukum Ekonomi.Jakarta:Againci
Fahri,Khoerul.2009.Pengembangan
Ekonomi Suatu Negara.Bandung:Algensindo
Tata,Hesana.2004.Pendidikan
Ekonomi.Bandung:Algesindo
http://eliskomariah.blogspot.com/2013/04/perkembangan-ekonomi-di-indonesia.html
