Karangan
Ilmiah Dan Non Ilmiah, Serta Metode Ilmiah
Nama
: Tri wijayanto
NPM : 28213970
Kelas : 3EB26
UNIVERSITAS
GUNADARMA
Karangan Ilmiah
Karangan
adalah bentuk tulisan yang mengukapkan pikiran dan perasaan pengarang dalm satu
kesatuan tema yang utuh. Atau rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan
ke dalam bentuk tulisan yang teratur..
Karangan
Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum yang ditulis
menurut metodiologi dan penulisan yang benar.
Berdasarkan
tujuannnya, jenis karangan dibagi dalam jenis-jenis berikut ini:
Karangan
narasi: Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau
kejadian dengan tujuan agar pembaca seolah-olah mengalami kejadian yang
diceritakan itu.
Karangan
deskripsi: Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan sebuah objek
dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah melihat sendiri objek yang
digambarkan itu.
Karangan
eksposisi: Karangan eksposisi adalah karangan yang memaparkan sejumlah
pengetahuan atau informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya. Dikemukakan
data dan fakta untuk memperjelas pemaparan.
Karangan
argumentasi: Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk
membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian
memerlukan data dan fakta yang meyakinkan.
Karangan
persuasi: Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi
pembaca. Karangan ini pun memerlukan data sebagai penunjang.
Macam – macam Karangan Ilmiah
Ada
berbagai macam karangan ilmiah, berikut diantaranya :
A. Laporan penelitian : Laporan yang ditulis
berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas
dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen
Kebudayaan, dan seterusnya.
B. Skripsi :
Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu
(Si).
C. Tesis : Tulisan ilmiah untuk mendapatkan
gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.
D. Disertasi : Tulisan ilmiah untuk mendapat
gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
E. Surat pembaca : Surat yang berisi kritik
dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
F. Laporan kasus : Tulisan mengenai
kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.
Karya
nonilmiah bersifat, antara lain :
1.
Emotif : merupakan kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih
mencari keuntungan dan sedikit informasi;
2.
Persuasif : merupakan penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan
pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative;
3.
Deskriptif : merupakan pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan
Jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.
Tujuan karya ilmiah, antara lain :
Sebagai
wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk
tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
Menumbuhkan
etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu
pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya
tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
Karya
ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi
pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat
membacanya.
Membuktikan
potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan
masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh
pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
Melatih
keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis
adalah berikut:
· Melatih untuk mengembangkan
keterampilan membaca yang efektif;
· Melatih untuk menggabungkan hasil
bacaan dari berbagai sumber;
· Mengenalkan dengan kegiatan
kepustakaan;
· Meningkatkan pengorganisasian
fakta/data secara jelas dan sistematis;
· Memperoleh kepuasan intelektual;
· Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
· Sebagai bahan acuan/penelitian
pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
Ciri-ciri Karangan Ilmiah, antara
lain:
1.
Kejelasan : Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan
maksudnya tepat dan jernih.
2.
Kelogisan : Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
3.
Kelugasan : Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
4.
Keobjektifan : Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
5.
Keseksamaan : Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau
kehilafan betapapun kecilnya.
6
Kesistematisan : Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang
memperlihatkan kesinambungan.
7. Ketuntasan : Artinya segi masalah dikupas
secara mendalam dan selengkap lengkapnya.
iri-ciri
Karangan Nonilmiah
Karangan
non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan
dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung
fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa
digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri
Karya Tulis Non-Ilmiah:
• Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
• Fakta yang disimpulkan subyektif.
• Gaya bahasa konotatif dan populer.
• Tidak memuat hipotesis.
• Penyajian dibarengi dengan
sejarah.
• Bersifat imajinatif.
• Situasi didramatisir.
• Bersifat persuasif.
• Tanpa dukungan bukti.
Ciri-ciri Karangan Ilmiah
Populer
Karangan
Ilmiah Populer atau Semi Ilmiah adalah karangan ilmiah pengetahuan yang
menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodiologi penulisan yang benar.
Jenis karangan semi ilmiah yaitu artikel, editorial, opini, tips, reportase,
dan resensi buku. Resensi buku adalah bentuk konbinasi antara uraian,
ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku.
Ciri-ciri
karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu :
• Ditulis berdasarkan fakta pribadi;
• Fakta yang disimpulkan subjektif;
• Gaya bahasa formal dan popular;
• Mementingkan diri penulis;
• Melebih-lebihkan sesuatu;
• Usulan-usulan bersifat
argumentative; dan Bersifat persuasive.
Metode Ilmiah
Pengertian Metode Ilmiah
Metode
merupakan prosedur atau cara seseorang dalam melakukan suatu kegiatan untuk
mempermudah memecahkan masalah secara teratur, sistematis, dan terkontrol.
Ilmiah adalah sesuatu keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara alami
berdasarkan bukti fisis. Jadi, bila kita menjabarkan lebih luas dari metode
ilmiah adalah suatu proses atau cara keilmuan dalam melakukan proses ilmiah
(science project) untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan
bukti fisis.
Dengan
kata lain, metode ilmiah adalah garis-garis pemikiran yang bersifat konseptual (memiliki
gagasan orisinil), dan prosedural (memulai dengan observasi dan mengakhiri
dengan pertanyaan-pertanyaan umun)
Tujuan pembelajaran metode
penulisan ilmiah
Tujuan
adalah salah satu bentuk harapan untuk dimasa yang akan datang. Maka dalam
penulisan ilmiah kita tidak bisa asal tulis atau tidak mengindahkan
kaidah-kaidah dalam penulisan ilmiah. Dalam penulisan ini kita harus mempunyai
metodenya agar tulisan kita dapat dipahami dan dimengerti oleh si pembaca
dikemudian hari. Ini adalah beberapa tujuan kita mempelajari metode ilmiah :
1.
Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara
sistematis;
2.
Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis;
3.
Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah.
Sikap Ilmiah
Menurut
Baharuddin (1982:34) mengemukakan bahwa :”Sikap ilmiah pada dasarnya adalah
sikap yang diperlihatkan oleh para Ilmuwan saat mereka melakukan kegiatan
sebagai seorang ilmuwan. Dengan perkataan lain kecendrungan individu untuk
bertindak atau berprilaku dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis
melalui langkah-langkah ilmiah”.
Beberapa
sikap ilmiah dikemukakan oleh Mukayat Brotowidjoyo (1985 :31-34) yang biasa
dilakukan para ahli dalam menyelesaikan masalah berdasarkan metode ilmiah,
antara lain :
1.
Rasa Ingin Tahu : Rasa ingin tahu merupakan awal atau dasar untuk melakukan
penelitian-penelitian demi mendapatka sesuatu yang baru.
2.
Jujur : Dalam melakukan penelitian, seorangsainstis harus bersikap jujur,
artinya selalu menerima kenyataan dari hasil penelitiannya dan tidak
mengada-ada serta tidak boleh mengubah data hasil penelitiannya.
3.
Tekun : Tekun berarti tidak mudah putus asa. Dalam melakukan penelitian
terhadap suatu masalah tidak boleh mudah putus asa. Seringkali dalam membuktikan
suatu masalah, penelitian harus diulang-ulang untuk mendapatkan data yang
akurat. Dengan data yang akurat maka kesimpulan yang didapat juga lebih akurat.
4.
Teliti : Teliti artinya bertindak
hati-hati, tidak ceroboh. Dengan tindakan yang teliti dalam melakukan
penelitian, akan mengurangi kesalahan-kesalahan sehingga menghasilkan data yang
baik.
5.
Objektif : Objektif artinya sesuai
dengan fakta yang ada. Artinya, hasil penelitian tidak boleh dipengaruhi
perasaan pribadi. Semua yang dikemukakan harus berdasarkan fakta yang
diperoleh. Sikap objektif didukung dengan sikap terbuka artinya mau menerima
pendapat yang benar dari orang lain.
6. Terbuka Menerima Pendapat Yang Benar :
Artinya bahwa kita tidak boleh mengklaim diri kita yang paling benar atau
paling hebat. Kalau ada pendapat lain yang lebih benar/tepat, kita harus
menerimanya.
Selain
sikap ilmiah yang telah disebutkan diatas, sikap ilmiah yang harus dimiliki
oleh seorang peneliti atau penulis karangan ilmiah adalah : kritis terhadap
sesuatu hal, dan sikap menjangkau ke depan.
Langkah-langkah penulisan ilmiah
1.
Timbangan pustaka (menilai hasil-hasil penelitian yang telah dikerjakan oleh
orang lain untuk dibahas dan disimpulkan);
2. Menentukan masalah;
3. Memecahkan masalah;
4.
Membentuk hipotesis (ide, pendapat atau
dugaan sementara);
5.
Menguji hipotesis yang diajukan dengan
melakukan eksperimen (percobaan);
6. Menyimpulkan hasil eksperimen, Jika hasil
eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis :
· Jangan ubah hipotesis;
· Jangan abaikan hasil eksperimen;
· Berikan alasan yang masuk akal mengapa
tidak sesuai;
· Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan
selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian;
· Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali
lagi atau susun ulang e/ksperimen.
7. Menerbitkan hasil penelitian.
Kegunaan
metode ilmiah
Beberapa
kegunaan metode ilmiah dalam kehidupan manusia antara lain :
1. Membantu memecahkan permasalahan dengan
penalaran dan pembuktian yang memuaskan;
2. Menguji hasil penelitian orang lain sehingga
diperoleh kebenaran yang objektif;
3. Memecahkan atau menemukan jawaban rahasia
alam yang sebelumnya masih teka teki.
Kriteria metode ilmiah
1.
Berdasarkan Fakta : Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam
penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan
fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasar-kan pada
daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.
2.
Bebas dari Prasangka : Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka,
bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah
dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.
Apabila hasil dari suatu penelitian, misalnya menunjukan bahwa ada
ketidaksesuaian dengan hipotesis, maka kesimpulan yang diambil haruslah merujuk
kepada hasil tersebut, meskipun katakanlah, hal tersebut tidak disukai oleh
pihak pemberi dana.
3.
Menggunakan Prinsip Analisa : Dalam memahami serta memberi arti terhadap
fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus
dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis,
Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat
deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan
menggunakan analisa yang tajam.
4.
Menggunakan Hipotesa : Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam
proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk
mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin
dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat.
Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.
5.
Menggunakan Ukuran Obyektif : Seorang peneliti harus selalu bersikap objektif
dalam mencari kebenaran.
6.
Menggunakan Teknik Kuantifikasi : Dalam
memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali untuk
artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton,
mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi
ukuran ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang
rokok, dan sebagai¬nya. Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan
ukuran nominal, ranking dan rating.
Sumber

