Senin, 23 Juni 2014

Peran Pertanian

PERAN PERTANIAN INDONESIA




Nama  : Tri wijayanto
Kelas   : 1EB21
NPM   : 28213970



PENDAHULUAN
Pada tulisan saya kali ini saya akan membuat tulisan yang berjudul peran pertanian di Indonesia. Sebelum membahas peran penting pertanian di Indonesia saya akan menjelaskan apa itu pertanian, mungkin anda sering dengar pertanian dalam kehidupan sehari-hari, tapi apa pengertian dari pertanian itu? Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Pada dasarnya semua kegiatan pertanian mempunyai manfaat yang sangat banyak antara lain bagi ekonomi, lingkungan, serta kehidupan makhluk hidup yang berada di sekitar area pertanian.
ISI
kegiatan pertanian meruapakan mata pencaharian terbesar penduduk di dunia termasuk Negara Indonesia. Sejarah di Indonesia tidak terlepas dari yang namanya pertanian yang menghasilkan bahan baku contohnya seperti jagung padi, sagu dll. Terutama pada masa penjajahan bangsa Belanda pada zaman itu kegiatan pertanian menjadi tingkat penentu tingkat sosial dan perekonomian seseorang. Meskipun kegiatan pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB(pendapatan domestic bruto) suatu negara namun kegiatan pertanian ini menjadi lapangan kerja terbesar bagi suatu Negara. Berdasarkan dari penelitian BPS pada tahun 2002 bidang pertanian di Indonesia menyediakan lapangan pekerjaan 44,3% bagi penduduk meski hanya menyumbang sekitar 17,3% dari total PDB(pendapatan domestic bruto).
Dalam kegiatan ekonomi di Negara Indonesia pertanian merupakan sektor yang paling penting karena dari pertanian banyak sektor ekonomi yang tumbuh mulai dari sektor informal contohnya seperti pedagang eceran hingga pedagang besar. Mengingat negara Indonesia merupakan negara yang subur akan tanah, kaya akan sumber daya alam, sehingga berpotensi tinggi dalam mengembangkan usaha pertanian. Sudah seharusnya kita mengolah limpahan sumber daya yang ada dengan maksimal memanfaatkan sektor pertanian dinegara kita yang turut meningkatkan pula sektor pertanian baik secara langsung maupun tidak langsung membangkitkan sektor-sektor lainya dalam memajukan bangsa. Perlu kita ketahui mengapa sektor pertanian ini perlu dikembangkan dan dimajukan dinegara kita. Disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:


Peranan Petani Dalam Penyediaan Pangan Masyarakat.
1.             peranan pertanian tidak lepas dari masyarakat.  Mengapa demikian karena petani menjadi pemasok setiap kebutuhan pangan dari setiap anggota keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya sehari-hari.  Tanpa adanya petani manusia tentu tidak dapat memenuhi kebutuhannya bahkan harus mngimpor bar Namun dibeberapa negara besar seperti arab yang sering mengimpor hasil tani kedalam negaranya, kurang memanfaatkan peranan dari petaninya bukan dikarenakan faktor ketidaksediaan modal melainkan faktor  ketidakmampuann dari segi tanah dan iklim mereka untuk bercocoktanam, sehingga sektor pertanian kurang berkembang dinegara timur tersebut barang-barang pangan dari luar.

 Menjadi Basis Pertumbuhan Ekonomi

2.             Sektor pertanian menjadi salah satu dari unsur-unsur yang mengisi pertumbuhan perekonomian disetiap negara . Di negara arab sekalipun meskipun wilayahy lahanya tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan bercocok tanam namun sector perekonomian menjadi salah satu unsur pengisi basis pertumbuhan perekonomian dinegaranya misalnya dengan membudidayakan tanaman kurma yang nilai komoditinya cukup besar dalam pengeksporan keseluruh negara termasuk ke Indonesia yang ikut mengimpor komoditi pertanaian dari Arab. Dengan kata lain sektor pertanian meski hanya menyumbang tidak sampai dari ¼ pendapatan negara tetapi menjadi penopang terhadap pendapatan dari setiap negara terutama di Indonesia yang tiap tahunya mengekspor biji mete, beras, dan berbagai bahan pokok lainya dalam pangan menjadi pemasukan devisa negara tiap tahunya.

Menurut laporan BPS, sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto terbesar dalam PDB berdasarkan harga berlaku triwulan I-2010 adalah sektor industri pengolahan sebesar Rp380,9 triliun, kemudian sektor pertanian Rp239,4 triliun, disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp208,0 triliun. Sementara sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp168,1 triliun, sektor konstruksi sebesar Rp150,4 triliun, sektor jasa-jasa sebesar Rp139,2 triliun, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp107,6 triliun dan sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp93,4 triliun, serta terakhir sektor listrik, gas dan air bersih sebesar Rp11,7 triliun.

Dari data BPS tersebut bisa kita definisikan bahwa sector pertanian menempati peringkat ke-3 setelah sektor industry dalam pendapatan negara tiap tahunya. Melihat dari data BPS tersebut dapat dikemukakan bahwa sector pertanian merupakan sector yang cukup menguntungkan dan akan lebih meningkatkan devisa negara apabila ditingkatkan dan disebarluaskan pangsa pasarnya khususnya dalam pemasaran produk-produk local negara kita sehingga tidak kalah saing dengan produk-produk luar yang bermunculan saat ini.

PENUTUP
Dari apa yang saya tulis dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa peran pertanian di  inonesia mempunyai beberapa peranan penting bagi kehidupan bangsa. Penulis menyarankan agar mahasiswa dapat mengembangkan tulisan saya ini yang berjudul peran pertanian di Indonesia lebih dalam lagi. Semoga tulisan saya bisa bermanfaat dan bisa dimengerti sekian dan teria kasih.




Sertifikat




Minggu, 15 Juni 2014

Tugas perekonomian indonesia



PEREKONOMIAN INDONESIA




Afdhal Arman                                          20213282
Heru Purnomo                                         24213095
Irvan Maulana P                                      24213518
Moh.Ibnu Salam                                      25213625
Tri Wijayanto                                          28213970

1EB21



UNIVERSITAS GUNADARMA 2013/2014



BAB I 
PENDAHULUAN

Latar Belakang 

Pemerataan pembangunan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi dampak kemiskinan di indonesia seperti;pemerataan sandang pangan kesehatan dan pendidikan.Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang berlangsung secara sadar, terencana dan berkelanjutan dengan sasaran utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia atau masyarakat suatu bangsa. Ini berarti bahwa pembangunan senantiasa beranjak dari suatu keadaan atau kondisi kehidupan yang kurang baik menuju suatu kehdiupan yang lebih baik dalam rangka mencapai tujuan nasional suatu bangsa (Tjokroaminoto & Mustopadidjaya, 1988; Siagian, 1985).Pembangunan Nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 serta menjalankan roda perekonomian dan mewujudkan kesejahteraan sosial. Pasal 33 UUD 1945, sebagai dasar untuk mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat melalui peranan dan keberpihakan negara dalam meningkatkan taraf hidup rakyat.

Rumusan Masalah

Di dalam makalah ini mempunyai beberapa rumusan masalah antara lain:
1.      Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok terutama sandang, pangan dan papan.
2.      Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
3.      Upaya Pemerintah Mengatasi Masalah Kemiskinan

3.Tujuan
            Adapun tujuan yang hendak penulis paparkan, yakni :
  1.  Membahas dan mendiskusikan lebih lanjut sejauh mana peran pemerintah dalam menangani kemiskinan di bidang pemerataan pembangunan
  2. Untuk memenuhi tugas softskill perekonomian indonesia





BAB II
PEMBAHASAN

1.Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok terutama sandang, pangan dan papan.
Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :
•Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
• Stabilisasi/kepastian harga komoditas prime
Pembangunan rusunawa
2) Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
Dalam bidang pendidikan  misalnya
1.adanya SUBSIDI untuk siswa pada jenjang SD,SMP,SMA,Perguruan tinggi
2.Ada nya program Bidik misi Untuk perguruan tinggi negri maupun swasta.jadi org yang memeang bener benar kurang berkecukupan pun juga bisa menikmati jenjang perguruan tingggi .
3.adanya beasiswa berprestasi
            Dalam bidang kesehatan
Beberapa program yang dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008 pada pengentasan kemiskinan. Fokus program tersebut meliputi 5 hal antara lain
1. menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok
2. mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin
3. menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat
4. meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar
5. membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.

Remi dan Tjiptoherijanto (2002:1), mengatakan bahwa upaya menurunkan tingkat kemiskinan telah dimulai awal tahun 1970-an diantaranya melalui program Bimbingan Masyarakat (Bimas) dan Bantuan Desa (Bandes). Tetapi upaya tersebut mengalami tahapan jenuh pada pertengahan tahun 1980-an, yang juga berarti upaya penurunan kemiskinan di tahun 1970-an tidak maksimal, sehingga jumlah orang miskin pada awal 1990-an kembali naik. Disamping itu kecenderungan ketidakmerataan pendapatan melebar yang mencakup antar sektor, antar kelompok, dan ketidakmerataan antar wilayah.
Kondisi kemiskinan Indonesia semakin parah akibat krisis ekonomi pada tahun 1998. Namun ketika pertumbuhan ekonomi yang sempat menurun akibat krisis dapat teratasi dan dapat dipulihkan, kemiskinan tetap saja sulit untuk ditanggulangi. Pada tahun 1999,  27% dari total penduduk Indonesia berada dalam kemiskinan. Sebanyak 33,9% penduduk desa dan 16,4% penduduk kota adalah orang miskin. Krisnamurthi dalam Nyayu Neti Arianti, dkk, (2004:3).
Fokus program pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan meliputi 5 hal antara lain
1.       Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok
2.       Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin
3.       Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis    masyarakat
4.        Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar
5.        Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
 Beberapa langkah teknis yang dilakukan pemerintah terkait lima program tersebut antara lain:
1.     Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin atau keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :
Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer
2.    Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat atau keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:
•         Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
•         Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
•         Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
•         Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
•         Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
•         Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
•         Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
•         Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan  ketahanan keluarga
•         Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
•         Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
3.    Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.
4.    Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain:
Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit.
5.    Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :
Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).
Berikut ini adalah program-pogram pemerintah dalam menanggulagi kemiskinan di Indonesia.
1.         Anggaran untuk program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya.
2.        Mendorong APBD provinsi, kabupaten dan kota pada tahun-tahun selanjutnya untuk meningkatkan anggaran bagi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja
3.        Tetap mempertahankan program lama seperti:
BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
RASKIN (Beras Miskin)

BLT (Bantuan Langsung Tunai)
Asuransi Miskin, dsb
4.        Akselerasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga khususnya harga beras
5.        Memberikan kewenangan yang lebih luas kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan.
6.        Sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan
7.        Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah
8.        Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses pembangunan
9.        Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin
10.     Kelompok masyarakat dapat menentukan sendiri kegiatan pembangunan yang dipilih tetapi tidak tercantum dalam negative list
11.      Kompetitif: desa-desa dalam Kecamatan haus berkompetisi untuk memperbaiki kualitas kegiatan dan cost effectiveness
12.     PPK, P2KP, PPIP SPADA dan diperkuat program-program kementrian/lembaga
13.     Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan khusus untuk pendidikan dan kesehatan
14.     Program pemerintah lain yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat miskin kepada sumber permodalan usaha mikro dan kecil, listrik pedesaan, sertifikasi tanah, kredit mikro.
15.     Program Pengembangan Bahan Bakar Nabati (EBN). Program ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian penyediaan energi terbaukan dengan menumbuhkan “Desa Mandiri Energi”.
16.     Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
17.     Percepatan pembangunan infrastruktur
18.     Pembangunan daerah perbatasan dan wilayah terisolir
19.     Revitalisai pertanian, perikanan, kehutanan, dan perdesaan
20.    Peningkatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan dan ketertiban, serta penyelesaian konflik
21.     Peningkatan aksesbilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan
22.    Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri).
UPAYA PEMERINTAH MENGATASI MASALAH KEMISKINAN
                      Beberapa program yang dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008 pada pengentasan kemiskinan. Fokus program tersebut meliputi 5 hal antara lain
1. menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok
2. mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin
3. menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat
4. meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar
5. membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.


 Dari lima fokus program pemerintah tersebut, diharapkan jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang dilakukan pemerintah terkait lima program tersebut antara lain:


a) Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin atau keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :

• Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
• Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer
b) Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat atau keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:

• Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala Usaha Mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
• Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
• Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
• Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
• Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
• Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
• Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
• Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
• Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
• Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
c) Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :

• Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
• Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
• Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
• Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.
d) Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :

• Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
• Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
• Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
• Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit.
e) Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :

• Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)
• Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
• Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
• Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
• Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).
                Berikut ini adalah program-pogram pemerintah dalam menanggulagi kemiskinan di Indonesia.

1. Anggaran untuk program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya.

2. Mendorong APBD provinsi, kabupaten dan kota pada tahun-tahun selanjutnya untuk meningkatkan anggaran bagi penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja

3. Tetap mempertahankan program lama seperti:
            a) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
            b) RASKIN (Beras Miskin)
            c) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
            d) Asuransi Miskin, dsb
4. Akselerasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga khususnya harga beras (antara lain: menjaga harga beras dipasaran tidak lebih dari Rp.5000,- per Kg)

5. Memberikan kewenangan yang lebih luas kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan.

6. Sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan

7. Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah

8. Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses pembangunan

9. Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin

10. Kelompok masyarakat dapat menentukan sendiri kegiatan pembangunan yang dipilih tetapi tidak tercantum dalam negative list

11. Kompetitif: desa-desa dalam Kecamatan haus berkompetisi untuk memperbaiki kualitas kegiatan dan cost effectiveness

12. PPK, P2KP, PPIP SPADA dan diperkuat program-program kementrian/lembaga

13. Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan khusus untuk pendidikan dan kesehatan

14. Program pemerintah lain yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat miskin kepada sumber permodalan Usaha Mikro dan kecil, listrik pedesaan, sertifikasi tanah, kredit mikro.

15. Program Pengembangan Bahan Bakar Nabati (EBN). Program ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian penyediaan energi terbaukan dengan menumbuhkan “Desa Mandiri Energi”.

16. Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.

17. Percepatan pembangunan infrastruktur

18. Pembangunan daerah perbatasan dan wilayah terisolir

19. Revitalisai pertanian, perikanan, kehutanan, dan perdesaan

20. Peningkatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan dan ketertiban, serta penyelesaian konflik

21. Peningkatan aksesbilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan

22. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri).


Ada beberapa program yang perlu dilakukan agar kemiskinan di Indonesia bisa dikurangi :
1. meningkatkan pendidikan rakyat. Sebisa mungkin pendidikan harus terjangkau oleh seluruh rakyat Indonesia. Banyaknya sekolah yang rusak menunjukkan kurangnya pendidikan di Indonesia. Tentu bukan hanya fisik, bisa jadi gurunya pun kekurangan gaji dan tidak mengajar lagi.
2.pembagian tanah/lahan pertanian untuk petani. Paling tidak separuh rakyat (sekitar 100 juta penduduk
3.tutup bisnis pangan kebutuhan utama rakyat dari para pengusaha besar. Para petani/pekebun kecil sulit untuk mengekspor produk mereka. Sebaliknya para pengusaha besar dengan mudah mengekspor produk mereka (para pengusaha bisa menekan/melobi pemerintah) sehingga rakyat justru bisa kekurangan makanan atau harus membayar tinggi sama dengan harga Internasional. Ini sudah terbukti dengan melonjaknya harga minyak kelapa hingga 2 kali lipat lebih dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan akibat kenaikan harga Internasional. Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa.
4. lakukan efisiensi di bidang pertanian. Perlu dikaji apakah pertanian kita efisien atau tidak. Jika pestisida kimia mahal dan berbahaya bagi kesehatan, pertimbangkan predator alami seperti burung hantu untuk memakan tikus, dsb. Begitu pula jika pupuk kimia mahal dan berbahaya, coba pupuk organik seperti pupuk hijau/kompos. Semakin murah biaya pestisida dan pupuk, para petani akan semakin terbantu karena ongkos tani semakin rendah.
5. data produk-produk yang masih kita impor. Kemudian teliti produk mana yang bisa dikembangkan di dalam negeri sehingga kita tidak tergantung dengan impor sekaligus membuka lapangan kerja. Sebagai contoh jika mobil bisa kita produksi sendiri, maka itu akan sangat menghemat devisa dan membuka lapangan kerja. Ada 1 juta mobil dan 6,2 juta sepeda motor terjual di Indonesia dengan nilai lebih dari Rp 200 trilyun/tahun. Jika pemerintah menyisihkan 1% saja dari APBN yang Rp 1.000 trilyun/tahun untuk membuat/mendukung BUMN yang menciptakan kendaraan nasional, maka akan terbuka lapangan kerja dan penghematan devisa milyaran dollar setiap tahunnya.
6. stop eksploitasi atau pengurasan kekayaan alam oleh perusahaan asing. Kelola sendiri. Banyak kekayaan alam kita yang dikelola oleh asing dengan alasan kita tidak mampu dan sedang transfer teknologi. Kenyataannya dari tahun 1900 hingga saat ini ketika minyak hampir habis kita masih ”transfer teknologi”.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Jadi pemerataan pembangunan di indonesia sudah banyak di realisasikan oleh poemerintah walopun belum maksimal tetapi setidaknya ada beberapa yang sudah mjulai sukses.setidak nya angka kemiskinan indonesia sejak 2009 hingga 2013 jauh berkurang dan hampir mendekati angka kesejahteraan.

Saran
Seharusnya pemerintah tidak melalkukan semuanya dengan bersamaa.seharusnya fokus ke pada ke permasalahan yang paling banyak di alamai oleh masyarakat terutama di wilayah Timur indonesia.sehingga pemerataan pembangunan ini memang merata tidak hanya wacana dan menciptakan kehidupan di indonesia ini lebih tentram abadi dan sejahtera tentunya

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Sumber : http://camilla-zahra.blogspot.com