USAHA
KECIL DAN MENENGAH
NAMA :
Tri wijayanto
KELAS : 1EB21
NPM : 28213970
PENDAHULUAN
Pada tulisan saya kali ini saya akan membuat
tulisan yang berjudul usaha kecil dan menengah. Sebelum membahas usaha kecil
dan menengah atau biasa disingkat (UKM) saya akan menjelaskan apa itu usaha
kecil dan usaha menengah mungkin anda sering mendengar kata-kata itu melalui
radio, televisi dalam kehidupan sehari-hari, apa itu usaha kecil dan usaha
menengah? Usaha kecil dan menengah adalah usaha yang mengacu ke jenis usaha
kecil yang memiliki kekayaan bersih hanya Rp
200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.Dan usahanya berdiri
sendiri. Pada tulisan saya ini saya akan
menjelaskan definisi usaha kecil dan menengah secara lebih detail.Dan juga saya
akan menjelaskan perkembangan jumlah unit dan tenaga kerja di UKM, nilai output
dan nilai tambah,ekspor dan prospek UKM dalam era perdagangan bebas dan
globalisasi dunia.
ISI
1.
Definisi
usaha kecil dan menengah (UKM)
Pengertian umum usaha kecil
dan menegah (UKM) secara umum adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala
kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil
dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.
Tetapi menurut keputusan presiden RI no no. 99 tahun 1998 adalah
sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih
paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri
sendiri.
2.
Perkembagan
jumlah unit dan tenaga kerja di UKM
Perkembangan
jualah unit dan tenaga kerja di UKM jumlah unit tenaga kerja di UKM sangat
bervariasi menurut sektor dan terutama UK terkonsentrasi disektor pertanian,
sektor peternakan dan perikanan. Pada tahun 1997 jumlah UK di sektor tersebut tercatat
22.511.588 unit, dan pada tahun 1998 jumlahnya semakin meningkat menjadi 23.097.871
unit, atau tumbuh 2,6%
Walaupun tidak ada studi-studi empiris yang dapat mendukung, namun dapat diduga
(hipotesis) bahwa kenaikan jumlah unit UK tersebut erat kaitannya dengan boom
yang di alami oleh beberapa subsektor pertanian, khususnya perkebunan sebagai
efek “positif” dari depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
3.
Nilai
Output dan input
Peran
UKM di indonesia dalam bentuk kontribusi output terhadap pembentukan atau
pertumbuhan PDB cukup besar, walaupun kontribusinya tidak sebesar terhadap
penciptaan lapangan pekerjaan Kontribusi NO atau NT dari UK terhadap
pembentukan PDB jauh lebih besar dibandingkan kontribusi dari UM. Akan tetapi,
perbedaan ini tidak dikarenakan tingkat produktivitas di UK lebih tinggi
daripada di UM, melainkan lebih di dorong oleh jumlah unit dan L yang memang
jauh lebih banyak di UK dibandingkan di UM (dan UB). Dari data BPS (statistik
Indonesia 2001) mengenai NO dan NT dari UK di sektor industri manufaktur
menurut kelompok industri. Ada beberapa hal yang menarik. Pertama, NO atau NT
bervariasi menurut subsektor, dan yang paling banyak (seperti juga yang di
tunjukkan oleh data dari sumber-sumber lain) terdapat di tiga subsektor, yakni
makanan, minuman, dan tembakau, tekstil dan produk-produknya (TPT), dan kulit
serta produk-produknya, dan kayu beserta produk-produknya, yang lagi-lagi
memberi suatu kesan bahwa IK dan IMI pada umumnya lebih unggul di ketiga
subsektor itu di bandingkan di subsektor-subsektor lainnya.
Kedua,
dibeberapa kelompok industri No dan NT dari IMII lebih besar dibandingkan IK.
Sedangkan hasil SUSI 2000 menyajikan data mengenai nilai produksi bruto (NO),
biaya antara, dan upah serta gaji dari usaha tidak berbadan hukum. Terakhir,
data Deperindag menunjukkan bahwa dari NO total dari IDK sekitar 57,3 triliun
rupiah. Tiga subsektor tersebut merupakan pusat konsentrasi dari kegiatan
produksi UK.
4.
Ekspor
Selain
kontribusinya terhadap pertumbuhan kesempatan kerja dan sebagai salah satu
sumber penting pendapatan, UKM di Indonesia juga sangat membantu karena memang mempunyai potensi besar sebagai
salah satu sumber penting perkembangan (diversifikasi) dan pertumbuhan X,
khusunya pada manufaktur. Kemampuan UKM
Indonesia untuk merealisasikan potensi-X nya ditentukan oleh suatu kombinasi
dari sejumlah faktor – faktor keunggulan relatif yang dimiliki Ukm Indonesia
atas pesaing-pesaingnya, baik dari dalam (UB) maupun luar negeri. Data
Deperindag juga memberikan informasi mengenai perkembangan kinerja X dari IK
untuk sejumlah komoditi. Dari segi nilai X, pakaian jadi, batik dan TPT lainnya
serta barang-barang jadi dari kulit seperti tas merupakan X unggulan IK. Secara
keseluruhan, nilai X dari IK setiap tahun sangat kecil jika di bandingkan
dengan IM dan IB. Data Deperindag menunjukkan bahwa dalam tahun 2001 saham X
dari IK sebagai suatu persentase dari ekspor total dari produk-produk nonmigas
sekitar 6,9%, sedikit naik dibandingkan tahun 1999 yang sebesar 6,1%.
5.
Prospek
UKM dalam era perdagangan bebas dan globalisasi dunia
Prospek UKM Dalam Era Perdagangan
Bebas dan Globalisasi Perekonomian Duniabagi setiap unit usaha dari semua skala
dan di semua sektor ekonomi, era perdagangan bebas dan globalisasi perekonomian
dunia di satu sisi akan menciptakan banyak kesempatan. Namun di sisi lain juga
menciptakan banyak tantangan yang apabila tidak dapat di hadapi dengan baik
akan menjadi ancaman. Bentuk kesempatan dan tantangan yang akan muncul tentu
akan berbeda menurut jenis kegiatan ekonomi yang berbeda.
Penutup
Dari apa yang saya tulis dapat
disimpulkan bahwa usaha kecil dan menegah(UKM) adalah
kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara
mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah
dari persaingan usaha yang tidak sehat. Dan usaha kecil menengah(UKM) mempunyai
peranan penting bagi kegiatan perekonomian negara. Penulis
menyarankan agar setelah ini ada mahasiswa lain yang mengembangkan yang
berjudul usaha kecil dan menengah(UKM) jauh lebih lebih dalam lagi.
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar